(COPY WRITING) Kisah Helm

 

Helm sang Penjaga

 

Alat yang paling dibutuhkan saat berkendara adalah helm, karena helm bertujuan untuk melindungi kepala jika seseorang jatuh dari sepeda motor. Tetapi lain halnya dengan tuanku, dia tidak pernah memakai aku sebagai pelindung kepalanya.

Tuan yang memilikiku sebagai helmnya tak pernah memakaiku saat ia bepergian kemana-mana, aku takut sekali Tuanku dalam bahaya karena ia tidak memakaiku. Sayup-sayup aku mendengar namaku disebut-sebut, karena aku benda mati tentu saja aku tidak bisa berpindah tempat sendiri, jadi aku hanya bisa mendengarkan ucapan Tuanku yang sedang bertengkar dengan ayahnya dari sini.

"Aku tidak mau memakai helm itu, yah! Helm membuat kepalaku menjadi berat dan aku merasa tercekik!"

Perasaanku menjadi tidak enak saat mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Tuanku barusan, apa memang aku ini seburuk itu. Aku tidak bermaksud membuat Tuan menjadi tidak nyaman saat memakaiku, aku menyedu saat Tuanku pergi tanpa memakaiku lagi.

***

Kabar mengenai kecelakaan Tuanku akhirnya terdengar, Tuanku koma karena kepalanya terbentur aspal jalan raya. Aku sungguh sedih mendengarnya. Aku sangat ingin berbicara kepadanya, tapi apalah dayaku yang hanya sebuah benda mati yang tak memiliki mulut untuk berbicara. Bahkan untuk membersihkan diriku sendiri dari kotoran dan debu pun aku tidak bisa.

Beberapa minggu kemudian, akhirnya Tuanku bisa sembuh dan pulang ke rumah. Untungnya Tuanku tidak hilang ingatan karena benturan kepalanya yang cukup parah, aku bersyukur akan itu tentunya. Akhirnya tuanku bisa menjalankan aktivitasnya seperti hari-hari biasanya.

Suara langkah kaki mendekat kearahku, Tuanku mengambil aku seraya menghela nafasnya. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, ekspresinya tidak bisa aku tebak. Dengan lembut Tuanku membersihkan kotoran yang ada padaku, setelahnya Tuanku memelukku dengan erat.

"Harusnya aku tahu dari awal, ternyata memakai helm itu memang penting untuk ke selamatan." Ucap Tuanku dengan lirih.Tuanku terlihat begitu sendu, sepertinya ia masih trauma karena kecelakaan motor beberapa minggu yang lalu yang sampai menyebabkan dirinya koma beberapa hari. Pasti itu adalah momen terburuk yang ada pada kehidupan Tuanku.

"Ayah benar, aku memang keras kepala karena mengabaikan helm ini. Baiklah mulai sekarang aku akan memakainya saat pergi ke kampus dan kemana pun aku pergi." Ucap Tuanku seraya memakaiku dengan pelan-pelan.

Source Image:  Google 

Mulai hari ini Tuanku selalu memakaiku kemana pun ia pergi, tak pernah sehari pun ia tak memakaiku. Aku bangga menjadi sebuah helm, karena bisa melindungi Tuanku saat berada di jalan raya dan aku akan berusaha untuk membuat Tuanku nyaman saat memakaiku. Kalau saja aku bisa bicara, ingin sekali aku ucapkan terima kasih dan maaf kepada Tuanku.

Tenang saja Tuan, selama ada aku disini. Aku akan melindungimu dari segala bahaya yang ada di jalan raya, aku akan terus berada disampingmu.

 

-TAMAT-

Komentar