Bagaimana memberikan Resepsi Audience terhadap Iklan


Nama            : Isnaini Fitri Pertiwi
NIM              : 18107030018
Matkul           : Kajian Sosial Iklan

Assalamualaikum wr. wb
Selamat siang temen-temen. Ketemu lagi dengan admin blog ini ya, blog yang isinya buat tugas-tugas mata kuliah Kajian Sosial Iklan dan Riset Media Buying. Tugas yang diberikan kali ini dari mata kuliah Kajian Sosial Iklan. Mata kuliah ini sedang membahasa yang namanya Resepsi Audience.

Apa sih yang dimaksud Resepsi Audience itu? Menurut yang saya pelajari setelah mendengar audio dari dosen mata kuliah Kajian Sosial saya bahwa Resepsi Audience adalah suatu respon yang timbul dari media massa kepada penerima pesan. Audience yang kita ketahui bahwa memiliki arti pendengar atau penonton. Tapi, setelah adanya istilah media massa, audience mulai berubah makna bahwa audience adalah penerima pesan-pesan media massa. Dalam menerima pesan yang disampaikan oleh media, maka ada dua karakter audience yang menyambut pesan tersebut. Ada audience pasif dimana si audience ini menerima pesan secara lansgung dari media tanpa adanya negoisasi atau komentar. Lalu, ada juga audience aktif dimana audience ini akan cenderung memilih pesan yang harus diterima. Audience ini berperan sangat penting dalam menerima suatu pesan media karena saat ini banyak audience cermat dan pintar yang bersifat selektif.
Karena diatas udah bahas audience jadi udah ada gambaran ya pasti apa yang dimaksud audience. Sekarang, resepsi. Apa sih maksudnya resepsi itu? Maksud resepsi di sini bukan yang berkaitan dengan pernikahan ya hehe. Masih jauh men-temen, kuliah dulu yang bener. Oke, Resepsi berasal dari kata recipere (Latin), reception (Inggris) yang berarti sebuah penerimaan. Dalam arti luas memiliki makna yaitu pengolahan teks, cara-cara pemberian makna terhadap karya, sehingga dapat memberikan respons terhadapnya. Jadi resepsi audience ini berfokus pada audience yang melakukan dengan media, interaksi yang dilakukan yaitu penerimaan audience terhadap makna dari isi pesan yang di berikan dari media.

Ternyata setelah membaca berbagai jurnal, salah satu pengetahuan yang saya dapatkan bahwa adanya teori resepsi ini munvul pada tahun 1970 dalam hubungannya dengan media massa yang memfokuskan pada hubungan pemaknaan isi media dan khalayak. Resepsi audience yang akan diangkat dari bacaan tugas ini menekankan adanya peranan penerima pesan teks media atau reader dalam proses decoding dari sebuah teks media.

Di tugas kali ini saya akan membahas resepsi audience terhadap iklan. Apa sih kira-kira respon audience terhadap iklan yang ditampilkan?. Apakah respon negative atau respon positif? Lalu, apa yang menjadi tanda decoding dan encoding pesan yang disampaikan iklan tersebut? Oke, masuk ke iklan pertama ya. Iklan Molto Ultra Pure. Molto Ultra Pure merupakan pewanig sekaligus softener yang diciptakan 3 kali lebih lembut untuk pakaian khususnya bayi yang terbilang kulitnya masih sensitif. Softener Molto Ultra Pure diciptakan untuk menjaga kelembutan pakaian atau benda-benda yang disentuh oleh kulit bayi.

Iklan Molto Ultra Pure versi #dirumah aja dapat dilihat linknya melalui Youtube. Bisa klik di sini ya gais https://youtu.be/UHXK55vKiU4
Iklan ini akan menimbulkan resepsi audience bahwa kulit bayi memang harus dijaga dengan penuh kelembutan dan hati-hati. Kulit bayi sangat sensitif dengan benda atau pakaian yang kasar, maka membuat bayi menangis atau tidak nyaman. Iklan ini memberikan pesan dengan baik, menurut saya. Iklan ini benar-benar menggambarkan sosok bayi yang dikelilingin kehangatan, kelembutan dan kasih sayang orang tuanya yang menjaga dan memperhatikannya. 
Dilihat dari scene pertama, bayi tersebut tengah tertidur di pelukan ayahnya memberikan sebuah encoding  yang menghasilkan decoding bahwa adanya kelembutan dan kehangatan kasih sayang.  

Scene kedua iklan ini memberikan decoding bahwa ayahnya sedang memandikan bayi tersebut yang telah bangun dari tidurnya. Encoding yang sampai ke resepsi auidense bahwa bayi tersebut sangat sensitif jika dimandikan dengan air, takut terkena matanya atau tidak nyaman di kulitnya, maka memandikannya hingga menghandukannya pun juga harus penuh kelembutan dan pelan-pelan. Pesan tersebut benar-benar tersampaikan betapa sensitifnya kulit bayi dan harus dilakukan dengan selembut mungkin agar bayi merasa senang dan nyaman. 




Scene ketiga, jika melihat dari videonya, decoding yang diberikan saat bayi menangis karena ada sesuatu yang tidak nyaman sehingga ibunya datang dengan membawakan boneka yang telah dicuci atau diberi softener. Boneka itu diberikan kepada bayi hingga bayi tersebut merasakan kelembutan dari bulu boneka yang disentuh ke kulitnya. Bayi tersebut tidak merengek lagi. Encoding yang ditangkap untuk resepsi audiencenya adalah bayi yang merengek karena tidak nyaman akan sesuatu yang sensitif maka apabila sesuatu yang lembut, bayi akan nyaman dan senang. Ada maksud dari decoding membawa Molto Ultra Pure yang diletakkan di kerajang bersamaan dengan boneka. Akan muncul encoding dalam resepsi audience bahwa boneka tersebut menjadi lembut bulu-bulunya setelah dikenakan dengan Molto Ultra Pure. Iklannya benar-benar menyampaikan bahwa Moltu Ultra Pure memberikan cairan softener yang benar-benar lembut digunakan untuk bayi.

Jadi, itulah suatu bentu contoh bagaimana resepsi audience dengan menggunakan teknik decoding yang ditampilkan iklan sehingga muncul encoding yang berproses di otak atau benak audience. Iklan sebagai decoding, pesan-pesan yang tersiratnya sebagai encoding. Menurut saya, Resepsi Audience dari iklan Molto Ultra Pure bersifat positif karena menyampaikan pesan decoding dan encoding dengan baik.

Oke, sekian dulu tugas yang saya selesaikan hari ini untuk mata kuliah Kajian Sosial Iklan. Sampai jumpa di tugas-tugas yang lain ya teman-teman.

Komentar